Minggu, 15 Januari 2012

Pendidikan Seumur Hidup

Hakikat Seumur Hidup Dalam Kehidupan Manusia
Asas pendidikan seumur hidup merumuskan bahwa proses pendidikan merupakan suatu proses kontinu yang bermula sejak seseorang dilahirkan hingga meninggal dunia.             
Dengan kata lain, pendidikan itu merupakan bagian integral dari hidup itu sendiri. Prinsip pendidikan seperti itu mengandung makna bahwa pendidikan itu lekat dengan diri manusia, karena dengan itu manusia dapat terus menerus meningkatkan kemandiriannya sebagai pribadi dan sebagai anggota masyarakat, meningkatkan rasa pemenuhmaknaan (self fulfillment) dan terarah kepada aktualisasi diri.
PSH bertumpu pada keyakinan bahwa pendidikan itu tidak identik dengan persekolahan, PSH merupakan suatu proses berkesinambungan yang berlangsung sepanjang hidup.
Konsep pendidikan seumur hidup ini pada mulanya dikemukakan oleh filosof dan pendidik Amerika yang sangat terkenal yaitu John Dewey. Kemudian dipopulerkan oleh Paul Langrend melalui bukunya : An Introduction to Life Long Education. Menurut John Dewey, pendidikan itu menyatu dengan hidup. Oleh karena itu pendidikan terus berlangsung sepanjang hidup sehingga pendidikan itu tidak pernah berakhir.
PSH bukan suatu sistem pendidikan yang berstruktur, melainkan suatu prinsip yang menjadi dasar yang menjiwai seluruh organisasi sistem pendidikan yang ada. Dengan kata lain PSH menembus batas-batas kelembagaan, pengelolaan, dan program sistem pendidikan.

Perspektif Pendidikan Seumur Hidup Menurut UNESCO!
1.               Learning how to know belajar bagaimana untuk mengetahui.
2.               Learning how to do belajar bagaimana untuk aktif, prinsip belajar learning how to do bermakna life long educational kegiatan belajar sepanjang hidup.
3.               Learning how to be belajar bagaimana untuk menjadi, makna dari learning how to be adalah proses belajar yang dilakukan peserta didik menghasilkan perubahan perilaku individu atau masyarakat terdidik yang mandiri.
4.               Learning how to live together belajar bagaimana untuk bersama – sama.
5.               Learning how to learn belajar bagaimana cara untuk belajar.
6.               Learning how throughout life belajar bagaimana untuk melalui kehidupan.


Model Pembelajaran Transfer Of Learning Dengan Transfer Of Knowledge!

·         Pemindahan pembelajaran ( transfer of learning) adalah  kemampuan untuk mengaplikasi ilmu pengetahuan dan kemahiran yang dipelajari dari dalam satu konteks kepada situasi dan konteks yang baru atau berlainan. Dengan lain perkataan, mengambil sesuatu yang kita telah pelajari dan menggunapakainya semula di situasi yang berlainan. Pemindahan pembelajaran tidak berlaku dengan mudahnya seperti kita fikirkan. Walau bagaimanapun adalah merupakan matlamat (goal) proses pembelajaran, tetapi jarang sekali tercapai.
·         Pemindahan Pengetahuan (transfer of knowledge) adalah pengembangan organisator dan pelajaran organisatoris yang praktis dalam memindahkan pengetahuan dari satu bagian ke bagian organisasi yang lain. Perpindahan Pengetahuan yang bertujuan untuk mencari, mengorganisir, menciptakan, menangkap atau mendistribusikan pengetahuan dan memastikan ketersediaannya untuk para pemakai masa depan. yang dianggap sebagai lebih dari sekedar masalah komunikasi.
Transfer knowledge dapat di kategorikan dalam 5 tahap, dimana tahap-tahap tersebut adalah : kreasi ide, sharing, validasi, penyebaran dan adopsi. Dimana tahapan ini dapat saling mendahului (overlap), dikombinasi, dilewati (skipped), dan tahapan ini akan selalu memiliki umpan balik (feedback).

Implementasi Pendidikan Seumur Hidup Mengharuskan Pendidik Dan Peserta Didik Untuk Kreatif Dalam Mengembangkan Sumber Dan Metode Belajar
Konsep pembelajaran yang merupakan perubahan dari konsep kegiatan belajar mengajar memiliki makna yang dalam dan luas. Pembelajaran merupakan sebuah proses interaksi antara peserta didik dengan sumber belajar dalam suatu lingkungan yang dikelola dengan sengaja agar tercapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan. Dalam konteks ini, sebuah pembelajaran akan berjalan dengan baik jika berlangsung interaksi yang intens antara siswa, sumber belajar dan lingkungan. Dari konsep pembelajaran seperti inilah maka lahir pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, dimana peserta didik memiliki pengalaman langsung dalam interaksinya dengan sumber dan media belajar agar terbentuk pembelajaran yang bermakna.
Dalam pelaksanaannya, teknik penggunaan dan pemanfaatan media turut memberikan andil yang besar dalam menarik perhatian mahasiswa dalam proses belajar mengajar, karena pada dasarnya media mempunyai dua fungsi utama, yaitu media sebagai alat bantu dan media sebagai sumber belajar bagi  peserta didik.
Dalam proses pendidikan seumur hidup pendidik harus kreatif, cerdas untuk mencari sumber belajar yang baru atau lebih banyak sumber belajar agar berlangsungnya proses pembelajaran tidak berjalan satu arah dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Begitupun juga dengan peserta didik juga harus kreatif dalam mengembangkan sumber belajarnya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar