Senin, 16 Januari 2012

Pembelajaran Dengan Teori Kecerdasan Ganda


KECERDASAN GANDA (MULTIPLE INTELEGENSI)
  1. DEFINISI
            Pada tahun 1983 Howard Gardner seorang psikologi terkemuka  dalam bukunya The Theory of Multiple Intelegence, menemukan bahwa sebenarnya manusia memiliki beberapa jenis kecerdasan. Howard menyebutnya sebagai kecerdasan majemuk atau multiple intelegensi.
            Setiap manusia memiliki semua kecerdasan itu, namun hanya beberapa yang dominan atau menonjol dalam diri seseorang.
            Kita sering kali menganggap bahwa orang yang memiliki kecerdasan matematis (logic smart) sebagai orang yang pintar. Namun survai membuktikan bahwa mereka yang dulunya terkenal nakal dan bandel di kelas, justru pada saat bekerja bisa sukses dan menjadi pemimpin atas orang – orang yang rajin dan pandai dikelas. Mengapa bisa demikian?
            Mereka yang nakal dan bandel itu bukanlah bodoh, tetapi mereka memang tidak menonjol dalam kecerdasan matematis dan mungkin menonjol dalam jenis bidang yang lain.
Kedelapan kecerdasan itu adalah :
    1. Kecerdasan linguistic (word smart)                                 
    2. Kecerdasan spasial (picture smart)
    3. Kecerdasn matematis (logic smart)
    4. Kecerdasan kinestetis (body smart)
    5. Kecerdasan musik (music smart)
    6. Kecerdasan interpersonal (people smart)
    7. Kecerdasan intrapersonal (self smart)
    8. Kecerdasan Naturalis (nature smart)
CONTOH KASUS :
Semua orang tua pada umumnya ingin yang terbaik bagi anaknya, terutama dari segi pendidikan. Tingkat intelektual seorang anak sering diartikan sebagai nilai yang dicapai dalam sebuah tes atau peringkat yang diraihnya disekolah.Kecerdasan intelektual biasanya dapat diukur dengan tes IQ. Berdasarkan tes IQ tersebut anak akan diberi “label” anak yang pintar atau bukan. Ada nilai mata pelajaran yang tertentu yang dipercaya secara signifikan berkolerasi dengan kecerdasan anak tersebut. Salah satunya adalah mata pelajaran matematika. Hal inimenyebabkan banyak orang tua yang “mengagungkan” mata pelajaran yang satu ini dan mengira bahwa anak mereka mampu menggeluti bidang ilmu eksata lebih cerdas daripada anak yang menggeluti bidang yang lain.

  1. CIRI MASING – MASING KECERDASAN
1.      WORD SMART
Definisi :
            Kecerdasan linguistik atau bahasa orang yang memiliki kecerdasan ini pandai mengelolah kaa – kata. Sebagian diantara mereka pandai berkata – kata (misal: presenter, rohaniawan, pendongeng, mc, dsb). Sebagian dari mereka pandai menulis (missal: novelis, penulis buku, dsb). Tetapi cukup banyak juga yang menguasai keduanya.
Ciri  – ciri :
·         Bisa berfikir secara sistematis
·         Senang berdebat dan beragumentas, membaca, mendengar, menulis
·         Mampu mengeja dengan mudah
·         Mengingat dengan detail dari sebuah hal
·         Suka permainan kata misalnya eka – teki silang
·         Percaya diri saat berbicara didepan public
Pengembangan dan kegiatan belajar yang cocok untuk tipe kecerdasan ini :
·         Meminta siswa bercerita, mengeja
·         Adakan forum debat diskusi
·         Bermain permainan ingatan tentang nama dan tempat
·         Membaca dan menulis cerita, menulis resensi buku atau membuat kliping
·         Permainan teka – teki silang, atau permainan yang berhubungan dengan kosa kata
·         Minta siswa mewawancarai seseorang mengenai suatu topic
·         Minta siswa membuat pajangan kelas atau majalah kelas
Kecerdasan lain yang mendukung :
            Akan lebih baik jika ditunjang dengan pengembangan self smart, logic smart, dan people smart. Ketiga kecerdasan itu akan meningkatkan kemampuan anda dalam mengelolah kata, serta memperluas wawasan anda.
Pekerjaan yang sesuai :
MC, pembawa acara, rohaniawan, trainer, penyiar radio, guru, editor, story teller, public relation, sastrawan, penulis, copywriter, pelawak.

2.      PICTURE SMART
Definisi :
            Kecerdasan spasial atau kecerdasan gambar. Orang yang memiliki kecerdasan ini sangat mudah mengingat gambar, dan memiliki imajinasi yang kuat. Apabila ia membayangkan sesuatu, bayangan itu tergambar dengn jelas dalam pikirannya. Biasanya orang yang memiliki kemampuan ini orang yang memiliki kemampuan dalam menggambar kebanyakan orang menyebutnya seniman. Kelebihan orang yang memiliki kelebihan picture smart selain punya imajinasi yang tinggi mata mereka biasanya peka atau jeli menangkap hal – hal yang tidak dilihat oleh orang lain.
Ciri – ciri :
·         Senang menggambar dan menulis
·         Baik dalam membaca peta dan diagram
·         Senang permainan puzzle atau jigsaw
·         Berfikir sambil berimajinasi
·         Mudah mengingat berdasarkan gambar.
Pengembangan kegiatan belajar yang cocok untuk tipe kecerdasan ini
·         Upayakan untuk menggunakan banyak gambar, peta pikiran, diagram, peta coretan, dan simbol saat belajar
·         Intregrasikan pembelajaran seni dan computer pada pelajaran lain
·         Jadikan kelas anda semenarik mungkin dengan banyak pajangan


Kecerdasan lain yang mendukung :
             Kecerdasan lain yang paling mendukung adalah nature smart. Biasanya alam adalah sumber ispirasi yang tak terbatas bagi seniman. Dalam dunia kerja, dibutuhkan juga berbagai kecerdasan lain yang dapat menunjang picture smart anda. Biasanya logic smart juga dibutuhkan untuk menunjang picture smart anda. Bahkan seorang disainer grafis juga membutuhkan word smart dalam pekerjaannya.
Pekerjaan yang sesuai :
Desainer grafis, arsitek, desainer interior, pemahat/pematung, fotografer, kamerawan, illustrator, komikus, pelukis, disainer produk, animator dll.

3.      LOGIC SMART
Definisi :
            Kecerdasan matematis atau kecerdasan logika.Orang yang memiliki kecerdasan ini biasanya unggul dalam pelajaran IPA, FISIKA, MATEMATIKA. Kemampuan analisis yang kuat dan dapat berfikir secara teratur, bahkan pola pikirnya cenderung kaku. Orang logic smart adalah orang yang realistis dan selalu mencari jawaban atas berbagai pertanyaan. Tetapi cenderung mencari alasan terhadap segala sesuatu.
Ciri – ciri :
·         Berfikir secara abstrak
·         Menyukai kegiatan berhitung
·         Bekerja dengan cermat dan menyukai ketepatan
·         Memiliki catatan yang teratur
·         Berfikir dengan logis
·         Senang pelajaran computer
·         Pemecah masalah yang baik
Pengembangan kegiatan belajar yang cocok untuk tipe kecerdasan ini
·         Perbanyak tugas yang melibatkan kemampuan memecahkan masalah
·         Tugas akhir topic dilakukan dengan computer
·         Minta siswa mengkatagorikan fakta dan informasi serta menemukan pola dan hubungan – hubungan
·         Kenalkan pada siswa tahap – tahap dalam pengerjaan tugas.
Kecerdasan lain yang mendukung :
            People smart guna menambah wawasan dan teman, supaya tidak dianggap kutu buku dan orang aneh. Nature smart juga perlu guna memancing otak anda untuk menemukan berbagai pertanyaan yang bisa memperkaya pengetahuan anda sendiri. Music smart, karena konon katanya musik bisa merangsang kerja otak manusia menjadi lebih maksimal. Cocok bagi mereka yang gemar memeras otak.
Pekerjaan yang sesuai :
Ilmuwan, guru/pengajar sains, akuntan, analisis data, programmer, ekonom, ahli teknik (mesin, sipil,elektro,kimia).

4.      BODY SMART
Definisi :
            Kemampuan untuk mengendalikan gerakan, keseimbangan, koordinasi, dan ketangkasan bagian – bagian tubuh. Umumnya orang denga body smart sangat menyukai olah raga dan suka terlibat dalam kegiatan – kegiatan yang mengandalkan fisik.Orang yang aktif. Namun kecerdasan tubuh bukan hanya soal fisik saja. Kemampuan berperan menirukan perilaku tertentujuga termasuk keahlian yang dimilki oleh orang dengan kecerdasan tubuh. Misalnya orang yang gemar mengotak – atik sesuatu (mesin, peralatan elektronik, menjahit bagi wanita) bisa jadi mereka adalah orang yang memiliki kemampuan body smart.
Ciri –ciri :
·         Siswa memiliki control tubuh, respon dan refleks yang baik
·         Suka membuat prakarya atau pekerjaan tangan
·         Tidak bisa diam.
Pengembangan kegiatan belajar yang cocok dengan kecerdasan ini :
·         Sedapat mungkin kegiatan pembelajaran banyak melibatkan anggota tubuh
·         Gunakan gerakan atau ajak siswa memperagakan sesuatu sebagai alat Bantu menjelaskan konsep yang sulit (dramatisasi).

Kecerdasan lain yang mendukung :
            Secara tidak langsung tidak ada kecerdasan lain yang sesifik diperlukan. Tergantung bidng pekerjaan terkait. Misalnya untuk olahragawan, logic smart juga diperlukan untuk menganalisis kemampuan dan kelemahan lawan, serta menyelidiki situasi lapangan dan kondisi lingkungan. Dengan memiliki kemampuan analisis yang baik, sang olahragawan dapat menyiapkan strategu terbaik guna meningkatkan kemungkinannya untuk berhasil.
Pekerjaan yang sesuai:
Atlet, penari, pesulap, penata rambut, penjahit, actor, montir dsb.

5.      MUSIC SMART
Definisi :
            Rasanya tidak perlu dijelaskan lagi. Bagi anda yang yang sangat menyukai musik dan punya bakat dibidang musik, sudah pasti anda adalah orang yang memiliki kecerdasan music.
Ciri – ciri :
·         Sensitive terhadap nada, irama, kekuatan emosi music, komposisi warna dan nada
·         Religius
Pengembangan dankegiatan belajar yang cocok untuk tipe kecerdasan ini :
·         Menggunakan alat musik atau bernyanyi bersama
·         Gunakan lagu sebagai alat Bantu menjelaskan konsep yang sulit
·         Membuat nada dering, lagu melalui telepon genggaman atau computer.
Kecerdasan lain yang mendukung :
            Secara langsung hamper tidak ada kecerdasan lain yang dibutuhkan. Tetapi secara tidak langsung body smart ketrampilan tangan dan koordinasi tubuh, self smart, word smart bagi anda yang suka menciptakan lagu, picture smart, dan nature smart bagus untuk mengembangkan otak kanan and

Pekerjaan yang sesuai :
Tentunya semua yang berhubungan dengan musik, mulai dari pemain musik, vokalis, pembuat jingle, arranger, pencipta lagu, dsb.

6.      PEOPLE SMART
Definisi :
            Orang dengan kecerdasan ini memiliki kemampuan social yang tinggi. Mudah berhubungan dan berkomunikasi dengan orang lain. Selain itu, orang dengan kecerdasan ini sanggup menempatkan diri dan membaca situasi orang – orang disekitarnya. Ia dapat dengan cepat beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Kegiatan – kegiatan berkelompok akan lebih disukai.
Ciri-ciri :
·         Pintar bernegosiasi, berhubungan, membaca pikiran dan maksud hati orang lain
·         Suka berteman, dan melakukan kegiatan bersama
·         Bisa menjadi mediator dalam perselisihan antar teman
·         Dapat menyesuaikan dengan keadaan.
Pengembangan dan kegiatan belajar yang cocok untuk tipe kecerdasan ini :
·         Melakukan kegiatan belajar kelompok
·         Waktu istirahat yang efektif dan fleksibel agar mereka bisa bersosialisasi
·         Perbanyak kegiatan yang berhubungan dan berkomunikasi antar pribadi.
Kecerdasan lain yang mendukung :
             Yang terutama adalah word smart. Dengan pengolahan kata yang baik, kemampuan social anda akan semakin efektif. Kecerdasan lain yang dibutuhkan, namun tergantung pada jenis pekerjaan yang anda miliki.
Pekerjaan yang sesuai :
Pengusaha, public relations, psikolog, konselor, marketing, politikus, trainer, aktivis social, reporter, sosiolog, dsb.

7.      SELF SMART
Definisi :
             Seseorang yang mampu memahami dirinya sendiri. Ia tahu tujuan hidupnya, punya target yang ingin dicapai, mengerti apa potensi dan kelemahan yang ia miliki. Bisa mengintropeksi diri dan dapat menarik pelajaran dari dari peristiwa dalam hidupnya. Sebenarnya kecerdasan ini perlu dimiliki dan dikembangkan oleh semua orang karena diperlukan untuk mengambil keputusan dalam hidupnya.
Ciri – ciri :
·         Sudah punya motivasi diri, nilai diri, tujuan hidup
·         Sudah menyadari kemampuannya, kekuatan dan kelemahan sendiri
Pengembangan dan kegiatan belajar yang cocok untuk tipe kecerdasan ini :
·         Banyak melakukan diskusi yang mendalam dan Tanya jawab
·         Setiap selesai mengerjakan tugas diminta untuk melakukan refleksi dalam hati, bisa menuliskan apa yang dialami dan rasakan selama proses pembelajaran berlangsung.
Kecerdasan lain yang mendukung :
            Kecerdasan lain berguna untuk mempermudah pengembangan self smart kita. Misalnya, orang yang memiliki music smart akan lebih mudah merenung bila disertai dengan iringan lagu. Orang yang nature smart bisa lebih mudah melakukan introspeksi saat berada di alam terbuka. Orang dengan picture smart bisa menuangkan hasil perenungannya dalam bentuk gambar agar lebih mudah diingat.
Pekerjaan yang sesuai:
Semua pekerjaan membutuhkan self smart agar dapat mencapai potensi maksimal dalam pekerjaan yang dilakukan/digeluti. 

8.      NATURE SMART
Definisi :
             Secara sederhana, orang dengan nature smart adalah orang yang sangat menyukai alam dan lingkungannya. Ia sangat suka berpergian dan segala macam kegiatan diluar ruang. Biasanya juga suka memelihara binatang atau tanaman.
Ciri – ciri:
·         Mempunyai kepekaan akan keadaan alam sekitar
·         Mudah peka akan kondisi lingkungan yang ada
·         Berani bertindak sekalipun menantang untuk mempertahankan lingkungannya
Pengembangan dan kegiatan belajar yang cocok untuk tipe kecerdasan ini :
·         Banyak menikmati suasana alam dan belajar langsung dari alam
·         Buat kaitan sebanyak mungkin dengan alam sekitar.
                 Pekerjaan yang sesuai:
                   Petani, pekebun, arkeologi, astronom, ahli botani, ahli biologi penelitian lingkungan, pelaut, dokter hewan.

  1. PENGEMBANGAN DAN STRATEGI PEMBELAJARAN  KECERDASAN GANDA
    1. Pengembangan Kecerdasan Ganda
            Inti dari konsep kecerdasan ganda, adalah bagaimana memperlakukan anak sesuai dengan potensi dirinya masing – masing. Itu karena setiap manusia memiliki potensi dan kemampuan sendiri – sendiri. Kemapuan dan potensi itulah yang didekati, diarahkan agar berkembang lebih optimal.
            Dalam proses pembelajaran, diterapkan pendekatan active learning (belajar aktif). Siswa diberikan kesempatan untuk berekspresi dan berkreasi seluas mungkin. Ini dimaksudkan untuk dapat tumbuh pribadi yang aktif, mandiri, kreatif, inovatif, sehingga mampu memecahkan masalah dalam hidupnya.
            Untuk menunjang keberhasilan dan kelencaran proses belajar mengajar, perlu dilengkap dengan berbagai fasilitas untuk sarana pembelajaran. Misalnya, laboratorium computer dengan jaringan internet, laboratorium bahasa, laboratorium IPA terpadu untuk mata pelajaran fisika, kimia, dan biologi. Selain itu, dilengkapi pula dengan sumber belajar multipedia menggunakan layar lebar dan videoconference, perpustakaan serta lapangan olahraga. Para siswa pun dapat mengembangkan diri dan menyalurkan bakat serta minat mereka dengan berbagai kegiatan ekstrakurikulum.
    1. Strategi Dasar Pembelajaran Kecerdasan Ganda
Ada beberapa strategi dasar dalam kegiatan pembelajaran untuk mengembangkan kecerdasan ganda, yaitu:
·         Membangunkan atau memicu kecerdasan , yaitu upaya  untuk mengaktifkan indera dan menghidupkan kerja otak.
·         Memperkuat kecerdasan, yaitu dengan cara member latihan dan memperkuat kemampuan membangunkan kecerdasan.
·         Mengembangkan struktur pelajaran yang mengacu pada penggunaan kecerdasan ganda.
·         Mentransfer kecerdasan, yaitu usaha memanfaatkan berbagai cara yang telah dilatihkan di kelas untuk memahami realitas di luar kelas atau pada lingkungan nyata.

Referensi
Armstrong Thomas Ph.D. Seven Kinds of Smart. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama, 2002.
http://kecerdasan-ganda.blogspot.com/
http://ridhotha.wordpress.com/2010/01/30/teori-kecerdasan-majemuk/

Permasalahan Pendidikan di Indonesia


Permasalahan Pendidikan
Pendidikan mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia unuk pembangunan. Derap langkah pembangunan selalu diupayakan seirama dengan tuntutan zaman. Perkembangan zaman selalu memunculkan persoalan-persoalan baru yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Bab ini akan mengkaji mengenai permasalahan pokok pendidikan, dan saling keterkaitan antara pokok tersbut, faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangannya dan masalah-masalah aktual beserta cara penanggulangannya.
A.   PERMASALAHAN POKOK PENDIDIKAN
Pada dasarnya ada dua permasalahan pokok pendidikan yang kita hadapai saat ini, yaitu:
a.   Bagaimana semua warganegara dapat menikmati kesempatan pendidikan.
b. Bagaimana pendidikan dapat membekali peserta didik dengan keterampilan kerja yang antap untuk dapat terjun ke dalam kancah kehidupan bermasyarakat.
B.   JENIS PERMASALAH POKOK PENDIDIKAN
Masalah pokok pendidikan yang menjadi kesepakatan nasional yang perlu diprioritaskan penanggulangannya ada empat macam yaitu: masalah pemerataan pendidikan, masalah mutu pendidikan, masalah efisiensi pendidikan, maslah relevansi pendidikan.
1.    Masalah Pemerataan Pendidikan
Masalah pemerataan pendidikan adalah persoalan bagaimana sistem pendidikan dapt menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya kepada seluruh warganegara untuk memperoleh pendidikan. Masalah ini dapat dipecahkan
dengan dua cara yaitu dengan cara konvensional dan cara inovatif. Cara konvensional misalnya pembangunan gedung sekolah dan pergantian jam belajar. Cara inovatif misalnya sistem guru kunjung dan Sekolah Terbuka.
2.    Masalah Mutu Pendidikan
Mutu pendidikan dipermasalahkan jika hasil pendidikan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Masalah mutu pendidikan juga mencakup masalah pemerataan mutu pendidikan. Pemecahan masalah mutu pendidikan dalam garis besarnya meliputi hal-hal yang bersifat fisik dan perangkat lunak, personalia, dan manajemen pendidikan.
3.    Masalah Efisiensi Pendidikan
Beberapa masalah dalam kaitannya dengan efisiensi pendidikan antara lain:
a.    Bagaimana memfungsikan tenaga pendidikan.
b.    Bagaimana sarana dan prasarana pendidikan digunakan
c.    Bagaimana pendidikan diselenggarakan
d.    Masalah efisiensi dalam memfungsikan tenaga
4.    Masalah Relevansi Pendidikan
Sebenarnya kriteria relevansi cukup ideal jika dikaitkan dengan kondisi sistem pendidikan pada umumnya dan gambatan tentang kerjaan yang ada antara lain sebagai berikut.
a.  Status lembaga pendidikan yang bermacam-macam
b.   Sistem pendidikan tidak pernah menghasilkan luaran yang siap pakai. Yang ada ialah siap kembang.
c. Tidak tersedianya pete kebutuhan tenaga kerja dengan persyaratannya yang digunakan sebagai pedoman oleh lembaga-lembaga pendidikan untuk menyusun programnya
C.   SALING KETERKAITAN ANTARA MASALAH - MASALAH PENDIDIKAN
Ada dua. faktor penghambat perbaikan mutu pendidikan. Yaitu: gerakan perluasan pendidikan untuk melayani pemerataan kesempatan pendidikan bagi rakyat banyak memerlukan penghimpunan dan pengarahan dana dan daya. Faktor kedua, kondisi satuan-satuan pendidikan pada saat demikian mempersulit upaya peningkatan mutu karena jumlah murid dalam kelas terlalu banyak, tenaga pendidik kurang kompeten, sarana yang tidak memadai, dan seterusnya.
D.       FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BERKEMBANGNYA MASALAH PENDIDIKAN
Faktor-faktor yang mempengaruhi berkembangnya masalah pendidikan antara lain: perkembangan iptek dan seni, laju pertumbuhan penduduk, aspirasi masyarakat dan keterbelakangan budaya dan sarana kehidupan.
1.    Perkembangan IPTEK dan Seni
Sejalan dengan berkembangnya arus globalisasi di negara kita, terutama dengan pesatnya peningkatan teknologi komunikasi, membuat segala sesuatu harus dilakukan dengan cepat dan tepat. Implikasinya di dalm masyarakat sangat tersa. Oleh karena itu pendidikan harsu senantiasa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
Seni merupakan kebutuhan hidup manusia. Pengembangan kualitas seni secara terprogram menuntut tersedianya sarana pendidikan tersendiri disamping program-program lain dalam sistem pendidikan.
2.    Laju Pertumbuhan Penduduk
Masalah kependudukan dan pendidikan bersumber pada 2 hal yaitu:pertambahan penduduk dan penyebaran penduduk.
3.    Aspirasi Masyarakat
Belakangan ini aspirasi masyarakat semakin meningkat sejalan dengan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap ‘reformasi’. Aspirasi tersebut menyangkut kesempatan pendidikan, kelayakan pendidikan dan jaminan terhadap taraf hidup setelah mereka menjalani proses pendidikan.
4.    Keterbelakangn Budaya dan Sarana Kehidupan
Keterbelakangan budaya disebabkan beberapa hal misalnya letak geografis yang terpencil dan sulit dijangkau, penolakan masyarakat terhadap unsur budaya baru karena dikhawatirkan akan mengikis kebudayaan lama, dan ketidakmampuan ekonomis menyangkut unsur kebudayaan tersebut.
E.       PERMASALAHAN AKTUAL PENDIDIKAN DAN PENANGGULANGANNYA

1.    Permasalahan Aktual Pendidikan di Indonesia
Permasalahan aktual pendidikan di Indonesia sangat kompleks dan semakin berkembang sejalan dengan perkembangan zaman dan kemapanan sumber daya manusia. Masalah masalah tersebut antara lain:
a.    Masalah Keutuhan Pencapaian sasaran
b.    Masalah Kurikulum
c.    Masalah Peranan Guru
d.    Masalah Pendidikan Dasar 9 Tahun
2.    Upaya Penanggulangan
Beberapa upaya dilakukan untuk menanggulangi masalah masalah aktual tersebut, diantaranya:
a.  Pendidikan efektif perlu ditingkatkan secara terprogram.
b.  Pelaksanaan kegaitan kurikuler dan ekstrakurikuler dilakukan dengan penuh kesungguhan dan diperhitungkan dalam penentuan nilai akhir ataupun kelulusan
c.  Melakukan penyusunan yang mantap terhadap potensi siswa melalui keragaman jenis program studi.
d.  Memberi perhatian terhadap tenaga kependidikan(prajabatan dan jabatan)


Solusi dari Permasalahan-Permasalahan Pendidikan di Indonesia

Untuk mengatasi masalah-masalah di atas, secara garis besar ada dua solusi yang dapat diberikan yaitu:

Pertama, solusi sistemik, yakni solusi dengan mengubah sistem-sistem sosial yang berkaitan dengan sistem pendidikan. Seperti diketahui sistem pendidikan sangat berkaitan dengan sistem ekonomi yang diterapkan. Sistem pendidikan di Indonesia sekarang ini, diterapkan dalam konteks sistem ekonomi kapitalisme (mazhab neoliberalisme), yang berprinsip antara lain meminimalkan peran dan tanggung jawab negara dalam urusan publik, termasuk pendanaan pendidikan.

Maka, solusi untuk masalah-masalah yang ada, khususnya yang menyangkut perihal pembiayaan seperti rendahnya sarana fisik, kesejahteraan guru, dan mahalnya biaya pendidikan berarti menuntut juga perubahan sistem ekonomi yang ada. Akan sangat kurang efektif kita menerapkan sistem pendidikan Islam dalam atmosfer sistem ekonomi kapitalis yang kejam. Maka sistem kapitalisme saat ini wajib dihentikan dan diganti dengan sistem ekonomi Islam yang menggariskan bahwa pemerintah-lah yang akan menanggung segala pembiayaan pendidikan negara.

Kedua, solusi teknis, yakni solusi yang menyangkut hal-hal teknis yang berkait langsung dengan pendidikan. Solusi ini misalnya untuk menyelesaikan masalah kualitas guru dan prestasi siswa.

Maka, solusi untuk masalah-masalah teknis dikembalikan kepada upaya-upaya praktis untuk meningkatkan kualitas sistem pendidikan. Rendahnya kualitas guru, misalnya, di samping diberi solusi peningkatan kesejahteraan, juga diberi solusi dengan membiayai guru melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan memberikan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru. Rendahnya prestasi siswa, misalnya, diberi solusi dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas materi pelajaran, meningkatkan alat-alat peraga dan sarana-sarana pendidikan, dan sebagainya.


Referensi: Tirtarahardja, Umar dan S.L. La Sulo. 2005. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta

Minggu, 15 Januari 2012

Pendidikan Seumur Hidup

Hakikat Seumur Hidup Dalam Kehidupan Manusia
Asas pendidikan seumur hidup merumuskan bahwa proses pendidikan merupakan suatu proses kontinu yang bermula sejak seseorang dilahirkan hingga meninggal dunia.             
Dengan kata lain, pendidikan itu merupakan bagian integral dari hidup itu sendiri. Prinsip pendidikan seperti itu mengandung makna bahwa pendidikan itu lekat dengan diri manusia, karena dengan itu manusia dapat terus menerus meningkatkan kemandiriannya sebagai pribadi dan sebagai anggota masyarakat, meningkatkan rasa pemenuhmaknaan (self fulfillment) dan terarah kepada aktualisasi diri.
PSH bertumpu pada keyakinan bahwa pendidikan itu tidak identik dengan persekolahan, PSH merupakan suatu proses berkesinambungan yang berlangsung sepanjang hidup.
Konsep pendidikan seumur hidup ini pada mulanya dikemukakan oleh filosof dan pendidik Amerika yang sangat terkenal yaitu John Dewey. Kemudian dipopulerkan oleh Paul Langrend melalui bukunya : An Introduction to Life Long Education. Menurut John Dewey, pendidikan itu menyatu dengan hidup. Oleh karena itu pendidikan terus berlangsung sepanjang hidup sehingga pendidikan itu tidak pernah berakhir.
PSH bukan suatu sistem pendidikan yang berstruktur, melainkan suatu prinsip yang menjadi dasar yang menjiwai seluruh organisasi sistem pendidikan yang ada. Dengan kata lain PSH menembus batas-batas kelembagaan, pengelolaan, dan program sistem pendidikan.

Perspektif Pendidikan Seumur Hidup Menurut UNESCO!
1.               Learning how to know belajar bagaimana untuk mengetahui.
2.               Learning how to do belajar bagaimana untuk aktif, prinsip belajar learning how to do bermakna life long educational kegiatan belajar sepanjang hidup.
3.               Learning how to be belajar bagaimana untuk menjadi, makna dari learning how to be adalah proses belajar yang dilakukan peserta didik menghasilkan perubahan perilaku individu atau masyarakat terdidik yang mandiri.
4.               Learning how to live together belajar bagaimana untuk bersama – sama.
5.               Learning how to learn belajar bagaimana cara untuk belajar.
6.               Learning how throughout life belajar bagaimana untuk melalui kehidupan.


Model Pembelajaran Transfer Of Learning Dengan Transfer Of Knowledge!

·         Pemindahan pembelajaran ( transfer of learning) adalah  kemampuan untuk mengaplikasi ilmu pengetahuan dan kemahiran yang dipelajari dari dalam satu konteks kepada situasi dan konteks yang baru atau berlainan. Dengan lain perkataan, mengambil sesuatu yang kita telah pelajari dan menggunapakainya semula di situasi yang berlainan. Pemindahan pembelajaran tidak berlaku dengan mudahnya seperti kita fikirkan. Walau bagaimanapun adalah merupakan matlamat (goal) proses pembelajaran, tetapi jarang sekali tercapai.
·         Pemindahan Pengetahuan (transfer of knowledge) adalah pengembangan organisator dan pelajaran organisatoris yang praktis dalam memindahkan pengetahuan dari satu bagian ke bagian organisasi yang lain. Perpindahan Pengetahuan yang bertujuan untuk mencari, mengorganisir, menciptakan, menangkap atau mendistribusikan pengetahuan dan memastikan ketersediaannya untuk para pemakai masa depan. yang dianggap sebagai lebih dari sekedar masalah komunikasi.
Transfer knowledge dapat di kategorikan dalam 5 tahap, dimana tahap-tahap tersebut adalah : kreasi ide, sharing, validasi, penyebaran dan adopsi. Dimana tahapan ini dapat saling mendahului (overlap), dikombinasi, dilewati (skipped), dan tahapan ini akan selalu memiliki umpan balik (feedback).

Implementasi Pendidikan Seumur Hidup Mengharuskan Pendidik Dan Peserta Didik Untuk Kreatif Dalam Mengembangkan Sumber Dan Metode Belajar
Konsep pembelajaran yang merupakan perubahan dari konsep kegiatan belajar mengajar memiliki makna yang dalam dan luas. Pembelajaran merupakan sebuah proses interaksi antara peserta didik dengan sumber belajar dalam suatu lingkungan yang dikelola dengan sengaja agar tercapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan. Dalam konteks ini, sebuah pembelajaran akan berjalan dengan baik jika berlangsung interaksi yang intens antara siswa, sumber belajar dan lingkungan. Dari konsep pembelajaran seperti inilah maka lahir pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, dimana peserta didik memiliki pengalaman langsung dalam interaksinya dengan sumber dan media belajar agar terbentuk pembelajaran yang bermakna.
Dalam pelaksanaannya, teknik penggunaan dan pemanfaatan media turut memberikan andil yang besar dalam menarik perhatian mahasiswa dalam proses belajar mengajar, karena pada dasarnya media mempunyai dua fungsi utama, yaitu media sebagai alat bantu dan media sebagai sumber belajar bagi  peserta didik.
Dalam proses pendidikan seumur hidup pendidik harus kreatif, cerdas untuk mencari sumber belajar yang baru atau lebih banyak sumber belajar agar berlangsungnya proses pembelajaran tidak berjalan satu arah dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Begitupun juga dengan peserta didik juga harus kreatif dalam mengembangkan sumber belajarnya.


Selasa, 10 Januari 2012

4 Tipe Manusia Dalam Menghadapi Tekanan Hidup


 “Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh”
(John Gray)

Hidup memang tidak lepas dari berbagai masalah dan tekanan. Lebih-lebih, hidup di zaman modern seperti ini yang menyuguhkan beragam risiko. Seorang sosiolog Ulrich Beck menamai jaman kontemporer ini dengan masyarakat risiko (risk society). Zaman modern menyuguhkan perubahan yang cepat dan tidak jarang mengagetkan.

Tekanan itu sesungguhnya membentuk watak, karakter, dan sekaligus menentukan bagaimana seseorang bereaksi di kemudian hari. Ada empat tipe orang dalam menghadapi berbagai tekanan hidup ini.

Tipe pertama adalah tipe kayu rapuh. Sedikit tekanan saja sudah membuat manusia ini patah arang. Orang seperti ini kesehariannya terlihat bagus. Tapi, sebenarnya rapuh sekali di dalam hatinya. Orang seperti ini mudah sekali mengeluh pada saat terjadi sebuah kesulitan.
Sedikit saja kesulitan menjumpainya, orang ini langsung mengeluh, merasa tidak berdaya, menangis, minta dikasihani atau minta bantuan. Orang seperti ini perlu berlatih berpikiran positif dan berani menghadapi kenyataan hidup.

Tipe kedua ialah tipe lempeng besi. Orang dengan tipe ini biasanya mampu bertahan dalam tekanan pada awalnya. Namun seperti layaknya sebuah besi, ketika situasi yang menekan itu semakin besar dan kompleks, ia mulai bengkok dan tidak stabil. Demikian halnya orang-orang tipe ini. Mereka mampu menghadapi tekanan, tetapi tidak dalam kondisi berlarut-larut dan terus-menerus.
Tambahan tekanan sedikit saja, akan membuat mereka menyerah dan putus asa. Untungnya, orang dengan tipe ini masih mau mencoba bertahan sebelum akhirnya menyerah. Tipe lempeng besi memang masih belum terlatih. Tapi, kalau mau berusaha, orang ini akan mampu membangun kesuksesan dalam hidupnya.

Tipe ketiga yaitu tipe kapas. Orang dengan tipe ini cukup lentur dalam menghadapi tekanan. Saat tekanan datang, orang ini mampu bersikap fleksibel. Cobalah Anda menekan sebongkah kapas. Ia akan mengikuti tekanan yang terjadi.
Ia mampu menyesuaikan diri saat terjadi tekanan. Tapi, setelah tekanan itu berlalu, dengan cepat ia bisa kembali ke keadaan semula. Ia bisa segera melupakan masa lalu dan mulai kembali ke titik awal untuk memulai lagi.

Tipe keempat adalah tipe manusia bola pingpong. Inilah tipe yang ideal dan terhebat. Jangan sekali-kali menyuguhkan tekanan pada orang-orang seperti ini, karena tekanan justru akan membuat mereka bekerja lebih giat, lebih termotivasi, dan lebih kreatif. Coba perhatikan bola pingpong. Saat ditekan, justru ia memantuk ke atas dengan lebih dahsyat.

Ketika Anda menghadapi kesulitan, seperti apakah diri Anda? Bagaimana reaksi Anda? Tidak menjadi persoalan di mana Anda saat ini.
Tetapi, yang penting bergeraklah dari level tipe kayu rapuh ke tipe selanjutnya. Hingga akhirnya, bangun mental Anda hingga ke level bola pingpong. Saat itulah, kesulitan dan tantangan tidak lagi menjadi suatu yang mencemaskan untuk Anda. Sekuat apakah mental Anda?

Permasalahan Pendidikan dan Alternatif Solusinya


Pendidikan merupakan kegiatan yang pasti terjadi dalam kehidupan manusia. Dimanapun dan kapanpun manusia itu berada, pasti terdapat pendidikan. Karena pada hakekatnya, pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia itu sendiri. Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan.
Indonesia merupakan negara kepulauan yang luas dan memiliki penduduk lebih dari 220 juta jiwa. Sebagai sebuah negara yang masyarakatnya majemuk, Indonesia terdiri dari berbagai suku, ras, adat-istiadat, golongan , kelompok dan agama, dan strata sosial. Kondisi dan situasi seperti ini merupakan suatu kewajaran sejauh perbedaan-perbedaan ini disadari keberadaannya dan dihayati. Sejak krisis moneter yang menimpa Indonesia pada tahun 1998, Indonesia seakan terpuruk di segala bidang mulai ekonomi, politik, sosial, budaya, hukum, dan juga termasuk pendidikan.
Pendidikan dan keadaan sosial saling berkaitan dan mempunyai pengaruh satu dengan yang lainnya. Jika kita lihat saat ini, kondisi pendidikan Indonesia masih saja memprihatinkan. Terjadinya kesenjangan sosial dimana sekolah-sekolah yang berada dekat dengan pusat perkotaan cendrung akan memiliki kondisi yang cukup baik dibandingkan dengan sekolah-sekolah yang berada di penggiran ataupun  tempat terpencil, sehingga proses pengembangan perserta didik cendrung tidak merata disetiap daerah. Minimnya fasilitas pendidikan di daerah-daerah, baik sarana maupun prasarana pendidikan. Masih saja terdengar kabar ada bangunan sekolah yang tidak layak untuk digunakan. Banyaknya anak-anak jalanan yang tidak bersekolah. Selain itu, mahalnya biaya pendidikan yang menyebabkan masyarakat berpikir ulang untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Hal hal tersebut merupakan suatu bukti nyata bahwa pemerintah kita belum mampu mengurusi pendidikan bagi rakyatnya secara serius. Seolah-olah pemerintah tidak melihat realita yang terjadi di masyarakatnya.
Apa solusinya? Pendidikan sepanjang hayat merupakan asas pendidikan yang cocok bagi kita yang hidup dalam era transformasi, dan di dalam masyarakat yang saling mempengaruhi seperti saat zaman globalisasi sekarang ini. Setiap manusia dituntut untuk menyesuaikan dirinya secara terus menerus dengan situasi baru. Pendidikan sepanjang hayat adalah jawaban terhadap kritik-kritik yang dilontarkan pada sekolah. Dunia yang selalu berubah ini membutuhkan suatu sistem pendidikan yang fleksibel. Pendidikan harus tetap bergerak dan mengenal inovasi secara terus menerus.
Pendidikan sepanjang hayat bertumpu pada keyakinan bahwa pendidikan itu tidak identik dengan persekolahan, pendidikan sepanjang hayat merupakan suatu proses berkesinambungan yang berlangsung sepanjang hidup. Pendidikan sepanjang hayat bukan suatu sistem pendidikan yang berstruktur, melainkan suatu prinsip yang menjadi dasar yang menjiwai seluruh organisasi sistem pendidikan yang ada. Dengan kata lain pendidikan sepanjang hayat menembus batas-batas kelembagaan, pengelolaan, dan program sistem pendidikan.
Pada jalur pendidikan luar sekolah, kegiatan pembelajaran kelompok menjadi ciri utama. Dalam perkembangannya, kegiatan pembelajaran dalam pendidikan luar sekolah telah memperoleh dukungan dari berbagai teori pembelajaran dan dari pengalaman para praktisi di lapangan sehingga muncul kegiatan pembelajaran partisipatif. Dewasa ini pembelajaran partisipatif tidak saja digunakan dalam program-program pendidikan luar sekolah tetapi juga telah diserap serta diterapkan pada program-program pendidikan sekolah. Dengan demikian pembelajaran partisipatif telah menjadi bagian dari strategi pembelajaran yang dapat digunakan dan dikembangkan di dalam proses pendidikan baik di satuan pendidikan sekolah maupun satuan pendidikan luar sekolah.
Upaya penerapan pembelajaran partisipatif pada pendidikan sekolah dapat dipertegas dengan menekankan peranan pendidik untuk membantu peserta didik melakukan kegiatan belajar secara aktif dan partisipatif. Keterlibatan pendidik dapat meliputi dua hal penting. Pertama, dalam penyusunan dan pengembangan program belajar serta yang kedua, dalam upaya menumbuhkan kondisi supaya peserta didik melakukan kegiatan belajar partisipatif. Keterlibatan dalam penyusunan dan pengembangan program pembelajaran, pendidik bersama peserta didik melakukan asesmen kebutuhan belajar; identifikasi sumber-sumber dan kemungkinan hambatan dalam pembelajaran; menyusun tujuan belajar, menetapkan komponen dan proses pembelajaran, serta melaksanakan dan menilai program pembelajaran. Keterlibatan pendidik dalam menumbuhkan situasi belajar yang kondusif bagi peserta didik untuk belajar meliputi upaya menciptakan iklim belajar yang partisipatif.
Produk dari suatu proses pembelajaran baik pendidikan sekolah maupun pendidikan luar sekolah adalah perubahan tingkah laku peserta didik selama dan setelah mengikuti proses pembelajaran. Perubahan perilaku tersebut mencakup ranah afektif, kognitif, dan psiko-motorik. Ranah afektif adalah sikap dan aspirasi peserta didik dalam lingkungannya melalui tahapan penerimaan stimulus, respons, penilaian, pengorganisasian, dan karakterisasi diri dalam menghadapi stimulus dari lingkungan. Ranah kognitif adalah kecakapan peserta didik yang diperoleh melalui pengetahuan, pemahaman, penggunaan, analisis, sintesis, dan evaluasi terhadap sesuatu berdasarkan asas-asas dan fungsi kelimuan. Asas keilmuan yang objektivitas, observabilitas, dapat diukur, dan bernilai guna, sedangkan fungsi keilmuan adalah menggambarkan, menjelaskan, memprediksi, dan mengandalkan. Psiko-motorik atau skills adalah penguasaan dan penggunaan sesuatu keterampilan melalui tahapan rangsangan, kesiapan merespons, bimbingan dalam melakukan respons, gerakan mekanik, respons yang lebih kompleks, adaptasi, dan melakukan sendiri. Tegasnya perubahan tingkah laku peserta didik dalam ranah afektif, kognitif, psiko-motorik, dan konatif merupakan produk pembelajaran.
Salah satu kebutuhan vital bagi manusia dalam usaha mengembangkan diri serta mempertahankan eksistensinya adalah melalui belajar yang dilakukan sepanjang hayatnya. Tanpa belajar, manusia akan mengalami kesulitan baik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan maupun dalam memenuhi tuntutan hidup dan kehidupan yang selalu berubah. Dengan terus menerus belajar, manusia akan senantiasa siap mengantisipasi perubahan yang timbul atau bahkan perubahan yang diperoleh sebagai akibat langsung dari proses belajar yang senantiasa dilakukan. Konsekuensi perubahan yang terjadi akan menjadi titik tolak bagi manusia untuk senantiasa terus belajar agar selalu siap mengantisipasi perubahan yang akan muncul lagi. Sebab, perubahan merupakan sesuatu yang abadi yang selamanya akan muncul. Dengan pengetahuan yang selalu diperbaharui dari proses belajar, manusia tetap dapat memberikan sumbangan bagi kehidupan di lingkungannya.